Selasa, 14 Desember 2010

MAWAR UNTUK MAMA


Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilmya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab,Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tetapi saya hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah.

Pria itu tersenyum dan berkata, Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau. Kemudian, ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri utuk mengantarkan gadis itu pulang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, Ya, tentu saja. Maukah Anda mengantar saya ke tempat ibuku?

 Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Setibanya disana gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah. Melihat itu, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Bergegas ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimanya. Ia mengambil karangan bunga yang telah dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju kerumah ibunya.

SITUASI MENGHIBUR KITA


Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda?

Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?

Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah.

Senin, 13 Desember 2010

ANAK PEMALAS


Satu keluarga mempunyai anak semata wayang. Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan si anak dengan berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak yang manja, malas, dan pandai berdalih untuk menghindari segala macam tanggung jawab. Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, "Aaaah Ibu. Kan ada si bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan, toh nanti kotor lagi." Demikian pula jika diminta untuk membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang, anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. 
Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian. Mereka pun kemudian berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak? Mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut. Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak pun segera protes dengan kata-kata kasar, "Mengapa Papa tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah ya?" Sambil tersenyum si ayah menjawab, "Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?"Demikian pula saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, "Ma, lapar nih. Mana makanannya? Aku buru-buru mau ke sekolah." "Untuk apa makan? Toh nanti lapar lagi?" jawab si ibu tenang. Sambil kebingungan, si anak berangkat ke sekolah tanpa bekal uang dan perut kosong. 

Seharian di sekolah, dia merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak lagi menyayanginya. Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata, "Anakku. Saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti." Si anak menganggukkan kepala, "Ya Ayah-Ibu, saya mulai mengerti. Saya juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi."

Kamis, 09 Desember 2010

Kata Bijak Motivasi

Untuk mencapai kesuksesan, kita jangan hanya bertindak, tapi juga perlu bermimpi, jangan hanya berencana, tapi juga perlu untuk percaya.
To accomplish great things, we must not only act, but also dream; not only plan, but also believe.

Hidup bermakna

Hidup yang bermakna adalah hidup yang didedikasihkan bagi kesejateraan dan kebahagiaan orang banyak.

Jumat, 03 Desember 2010

Hut ke-12 Radio Spb 103,6 fm: Garden Party

Tak terasa pada tanggal 1 desember kemarin RADIO SPB 103,6 fm memasuki usianya yang ke-12. Di usia ke-12 ini, keluarga besar Radio spb bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah sudih menjaga dan melindungi perjalan radio ini sebagai Media yang mau memberikan yang terbaik bagi masyarakat luas di Tobelo dan sekitarnya tanpa memandang suka, agama, golongan, dsb.   


Dari kenyataan sosial masyarakat Tobelo yang ada, Radio SpB telah hadir selama 12 tahun dan turut memberi andil dalam menyukseskan pembangunan masyarakat Halut. Radio spb berdiri dan berjalan bersama masyarakat bukan untuk mencari keuntungan pribadi melainkan untuk hadir sebagai media yang melayani sampai sehabis-habisnya guna mewujudkan keadilan, perdamaian dan kesejateraan bersama rakyat Halmahera Utara. 


Dengan merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-12 ini pula Radio SpB kembali berbenah diri dan menata kedepan secara lebih proporsional pewartaannya guna lebih menjangkau berbagai kalangan. Penataan itu dimulai dari peralatannya, programnya, jadwal siaran sampai ke personalianya. Semuanya ditata dan dikembangkan lagi demi memberi yang terbaik bagi masyarakat Halut tercinta. 


Salah satu acara menarik yang dibuat para crew SpB dalam mengisi perayaan syukur 12 tahun tahun ini adalah menyelenggarakan SpB IDOL. Bung Ian, dkk telah merancang, menyelenggarakan dan menutupnya dengan perfect. pada malam perayaan puncak itu dibuatlah acara meriah GARDEN PARTY with SpB radio n Class mild yang berlokasi di halaman WISMA HATI KUDUS.



TERIMA KASIH banyak kepada pemerintah dan Masyarakat HALUT yang telah banyak membantu dan mencintai kami RADIO SPB 103,6 fm.



TETAPLAH BERGABUNG DENGAN KAMI RADIO KESAYANAGAN ANDA

KAMI AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK ANDA SELAMANYA





SALAM & DOA KAMI

PIMPINAN, STAF DAN CREW

SPB 103,6 fm – TOBELO