Sabtu, 12 Maret 2011

Perhentian I: Yesus dihukum mati



Hukuman mati bagi Yesus adalah ulah para provokator yang tidak senang kepada Yesus. Yesus tidak bersalah tapi harus menerima siksaan, cercaan, cambuk duri dan memanggul salib. Penguasa yang seharusnya menjadi tumpuan harapan orang lemah, malah mematikannya. Hukuman mati di kayu salib hanya dijatuhkan kepada penjahat besar. Maka Yesus dianggap penjahat besar. Padahal yang jahat adalah hati kita sendiri, yang tidak mau peduli kepada sesama yang tidak berusaha untuk menciptakan persatuan, yang curiga kepada orang lain. Bahwa Yesus rela menerima hukuman mati di kayu salib adalah karena cinta-Nya kepada manusia. Dengan sengsara dan wafat-Nya, Yesus tidak hanya menebus dunia, tetapi juga mempersatukan seluruh umat manusia menjadi satu kawanan yang amat disayangi-Nya.

Renungan singkat
Dengan menyaksikan hukuman yang dijatuhkan kepada Yesus sekalipun Ia tidak bersalah. Kita diajak untuk “tidak main hakim sendiri” hukum untuk menghukum sesama. Kita juga diajak untuk tidak memprovokasi masa untuk kepentingan sepihak. Dan diatas semua itu sebagai murid Yesus kita diminta untuk siap sedia menanggung beban penderitaan sekalipun itu sangat berat dan menyakitkan.

Marilah Berdoa
Ya Yesus, Engkau rela menerima hukuman mati karena kasih Mu teramat besar kepada umat manusia. Maka keputusan yang tidak adil dan dijatuhkan kepadaMu adalah gambar kedengkian kami. Namun Engkau tidak membalas kedengkian itu, melainkan menerimanya dengan sabar, demi kesetiaanMu kepada Bapa yang mengutusMu, yang adalah sumber cinta kasih. Yesus, guru dan teladan kami, ajarilah kami melaksanakan cinta kasih kepada sesama. Bantulah kami melaksanakan pembaharuan pola hidup, yakni menggalang persatuan dan menumbuhkan solidaritas yang tinggi atas dasar keadilan dan cinta kasih. Karena tanpa keadilan dan cinta kasih, persaudaraan yang diharapkan menjadi perekat persatuan yang diharapkanm, tidak akan muncul, melainkan akan berbalik menjadi pemerasan dan penindasan. Amin

Jumat, 11 Maret 2011

warga Tobelo balik ke rumah

Warga Tobelo - Halmahera Utara sejak pkl 18.00 wit mulai mengungsi ke daerah yang dianggap relatif aman dan tinggi di wilayah ini. Warga mengunsi ke beberapa tempat seperti kantor bupati Halmahera Utara, Polres Halut dan perkantoran lainnya di sekitar itu, juga mengungsi ke tempat-tempat penginapan dan tempat umum yang ada di sekitar itu.
Warga kota Tobelo dan sekitarnya memang kelihatan panik karena dalam sekejap setelah menyaksikan kejadian Tsunami yang mendera Jepang dan tiba-tiba diinformasikan bahwa kemungkinan berlanjut ke Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua.
Namun, sesuai hasil pantauan kami sampai pkl 00.30 wit warga mulai berangsur-angsur pulang ke rumah masing-masing setelah mendapat informasi bahwa perkiraan Tsunami untuk beberapa daerah di indonesia dijabut.

Senin, 07 Maret 2011

MOROTAI, oooo MOROTAI


Pulau Morotai dengan luas wilayah 695 mil persegi/1.800 km². Pulau Morotai adalah nama sebuah pulau sekaligus Kabupaten definitif baru yang terletak di Kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku, Indonesia. Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara, Pulau ini merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia.


Kabupaten Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.

Sebagai sebuah Kabupaten membawahi 5 Kecamatan, yakni: Kecamatan Morotai Jaya, Kecamatan Morotai Selatan, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kecamatan Morotai Timur dan Kecamatan Morotai Utara. Dengan batas-batas sebagai Berikut:
Batas Wilayah Utara: Laut Halmahera
Batas Selatan: Selat Morotai
Batas Barat:  Laut Halmahera
Batas Timur: Laut Halmahera


Morotai dalam Ringkasan Sejarah

Selama abad ke-15 dan 16, Morotai berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate yang berkuasa. Merupakan inti sebuah kawasan besar bernama Moro yang termasuk pulau dan pesisir Halmahera yang dekat dengan Morotai ke selatan.


Pada pertengahan abad ke-16, pulau ini menjadi tempat misi Yesuit Portugis. Dalam situasi politik dan penyebaran agama zaman itu, pulau ini juga didatangi misionaris katolik dari Portugis. Kesultanan yang sudah berkuasa saat itu merasa tersaingi dan berusaha untuk mencegah misi itu dari pulau ini pada 1571, sebagai akibatnya Portugis hengkang dari kawasan itu. Pada abad ke-17, Ternate menggunakan kekuasaannya atas Morotai dengan memerintahkan berulang-ulang pada penduduknya agar pindah dari pulau itu. Pada awal abad itu para penduduknya pindah ke Dodinga, sebuah kota kecil di titik strategis pesisir barat Halmahera. Lalu pada 1627 dan 1628, Sultan Hamzah dari Ternate memerintahkan pindahnya penduduk Kristen ke Malayu, Ternate, agar lebih mudah dikendalikan.

Morati di Zaman PD II

Pulau ini menjadi lapangan terbang bagi Jepang selama PD II. Pulau ini diambil alih oleh angkatan Amerika Serikat pada September 1944 dan digunakan sebagai landasan serangan Sekutu ke Filipina pada awal 1945 serta ke Borneo timur pada Mei dan Juni tahun itu. Merupakan basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang ditunda setelah penyerahan diri Jepang pada bulan Agustus.


Ekonomi

Pulau ini sebagian besar berupa hutan dan memproduksi kayu serta damar. Pulau ini sangat strategis sebagai jalur perdangangan di Timur Indonesia, memiiki kekayaan alam seperti Emas, biji besi, mutiara, dll. Juga potensi wisata bahari yang mempesona.



Morotai adalah pulau yang indah, juga meninggalkan banyak goresan sejarah lokal, nasional maupun internasional yang tidak diketahui oleh banyak masyarakat.

ayooooo...........jalan-jalan ke Morotai......

Minggu, 06 Maret 2011

Misa Pertama Imam baru P. Anton Mayabubun MSC di Tobelo

Penerimaan Imam Baru P. Anton Mayabubun MSC
di Depan Pastoran Gereja Katolik St. Maria Tobelo


Tarian adat Kei (Sosoi Beben evav) oleh ibu-ibu Kei di Tobelo saat menyambut Imam Baru


Pengalungan bunga pada Imam baru oleh anak-anak


Perayaan Ekaristi Kudus yang di pimpin oleh Imam Baru
di dampingi oleh P. Richardu Sukrisno Pr (Pastor Paroki), P. Viktor Sikteubun Pr (Rektor Seminari St. Yosep Tobelo) dan P. Frans Lesomar MSC (Karya Kategorial MSC Malut) 

Rabu, 23 Februari 2011

Veren Naraha-Maturbongs
Opa Antonius Maturbongs    
Okto Reyaan dkk
Yani Kelanit
Bong Neli Maturbongs dan Mama Tin Maturbongs

Goa, Woma dan sik-sikar

Berdoa di depan arca Bunda Maria di Kolser
Goa Bunda Maria Tertua di Maluku

Pemberkatan Woma (Pusat kampung) Kolser


Lagu adat (sik-sikar mayun) di depan Woma


 Berdoa di Depan 
Arca HATI KUDUS YESUS 
Kolser 

Keluargaku

Kenangan tahbisan Alex


Alex Maturbongs, Inai Maturbong, dan Hesti Ardamis 




Bapa, saya, Ima, Alex, Mama, Eko 

Minggu, 06 Februari 2011

TAHBISAN IMAM BARU

Pada Sabtu 5 Februari di Katedral Ambon telah di tahbiskan 4 imam baru




Mereka yang baru ditahbiskan itu adalah: 

P. Anton Mayabubun MSC


P. Marlon Ohoilulin Pr


P. Tedy Daskely Pr


P. Alex Lesomar Pr


PROVICIAT BUAT KEEMPAT IMAM BARU.......

SUKSES SELALU 

Minggu, 30 Januari 2011

Kita dipanggil seperti SAMUEL


Goresan refleksi ini bersumber dan diinspirasikan oleh bacaan 1 Sam 3: 1-21.
Konteks keterpanggilan Samuel sangat indah untuk kita renungkan.
Pertama, Pada masa itu, ada seorang imam di Bait Allah namanya Eli. Ia seorang iamam orang Israel yang sudah lanjut usia. Imamat Eli tercoreng karena hidup dan perilaku anak-anaknya yang loba/rakus dan yang selalu mengambil barang-barang persembahan orang Israel yang hendak dipersembahkan di mezbahNya yang kudus, untuk kepentingan pribadi mereka.
Kedua, Pada masa suram seperti itu, Sabda Allah tidak datang pada siapapun dan penglihatan tidak dikaruniakan kepada mereka. Tidak ada rahmat yang kentara bagi Eli dan orang Israel.
Ketiga, Waktu itu juga Eli sudah lanjut usia, matanya pun sudah mulai kabur, dan tidak bisa melihat dan hanya terbaring di tempat tidur. Tetapi di ruangan lain ada seorang anak muda yang biasa membantu Eli di Bait Allah itu, yakni Samuel. Ia seorang muda dan walaupun sudah sering bekerja di Bait Allah tapi ia belum sepenuhnya mengenal Allah apalagi mendengar Dia dan menerima pewahyuan Allah.
Sederhananya, pada masa itu hanya ada satu imam yakni Eli. Tapi Eli dan keluarganya dilihat oleh Allah tidak layak lagi karena praktek imamat mereka yang salah dan menghina Allah. Namun, di tengah semua persoalan yang ada dikisahkan dengan sangat bagus bahwa: “LAMPU RUMAH ALLAH BELUM PADAM” artinya kesetiaan dan cinta Allah terus menyala menerangi dan menyertai manusia. Allah tidak tertidur, Allah tidak berhenti menyertai manusia (orang Israel, Eli dan Samuel).

Allah menyapa dengan lembut
Lalu Allah berbisik kepada samuel dalam tidurnya. Allah menyapanya dengan lembut “Samuel.. Samuel....” namun ia tidak tahu kalau yang memanggil itu adalah Allah. Kejadian seperti ini terjadi tiga kali. Sebagai seorang anak muda yang tidak tahu apa-apa, yang tidak punya pengalaman personal dengan Allah, Samuel tidak tinggal diam dan masa bodok dengan panggilan itu tapi ia pergi berulang-ulang kepada Eli, seorang yang senior dan punya banyak pengalaman suka-duka personal dengan Allah. Dan Eli berhasil menunjukkan kepada orang muda itu bahwa yang memanggil itu adalah ALLAH. 
Pengalaman ini mengajarkan satu hal penting bahwa sikap keterbukaan untuk bertanya, bersharring dengan orang yang lebih tua dan berpengalaman itu penting. Dan mereka yang sudah tua dan berpengalaman itu patut menunjukkan jalan yang baik dan benar kepada orang muda.
Lalu mulailah Samuel berkomunikasi dengan Allah. Bahkan dikisahkan bahwa “samuel makin besar dan Allah menyertai dia dan tidak ada satupun dari firmanNya yang dibiarkanNya gugur” (3;19).

Kita belajar apa..?

Kita sering tidur terlalu pulas. Lupa dengan segalanya. Pulas tertidur dalam kebisingan hidup dan hati kita. Pikiran, hati dan jiwa kita sarat dengan persoalan dan pergumulan, tidak ada waktu untuk bisa terdiam di dalam “Bait Allah” layaknya Samuel. Sikap diam, terjaga dan berkomunikasi dengan Allah, harus menjadi bagian dari diri kita. Sebaliknya, jika kita terus sibuk sebagaiman yang diperbuat oleh Eli dan anak-anaknya maka tidak akan ada mujizat dan pewahyuan diri Allah atas hidup kita.

Mari kita diam dalam bait Allah dan membuka hati untuk mendengarkan firman dankehendakNya.
Jagaah dan peliharalah firman Allah yang telah diajarkan kepada kita turun temurun.

Senin, 17 Januari 2011

pilihlah yang terbaik


 Suatu waktu seorang ibu dan anaknya masuk di sebuah mini market. Di dalamnya ada berbagai jenis barang yang ditawarkan kepada para pengunjung. Anak itu kelihatan bingung memilih apa yang terbaik bagi dirinya. Ibunya bertanya: sayang, kamu mau, mama belikan apa untuk kamu..?
Anak itu menggeleng, tidak menjawab. Tapi dengan diam-diam pergi ke salah satu sudut mini market itu, dan mengambil sebatang pinsil dan sebuah buku tulis. lalu ia berkata kepada mamanya: "ma, aku mau pensil dan buku ini."
Jawab mamanya: makasih sayang, sini mama bayarkan untuk mu.

Hidup kita juga dalam masyarakat dewasa ini penuh dengan berbagai tawaran dan kenikmatan. Apakah yang akan menjadi pilihan kita..?? Apa pilihanku dan apa pilihan anda..??

Ada penggalan kata bijak dari Sang Guru kita:
“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranya maka yang lainnya akan ditambahkan kepadamu.” 



Saudaraku, marilah kita cari dan pilih sesuatu yang baik dan benar menurut Allah untuk hidup kita, maka yang lainnya akan ditambahan. Seperti anak kecil tadi terlebih dahulu memilih sebuah pinsil dan buku tulis. Ini adalah terbaik bagi dirinya. Kita pun minta untuk memilih yang tepat untuk diri kita dan untuk hidup kita.

Salam...

Kamis, 13 Januari 2011

Kicauan Burung


Ada sekelompok burung yang selalu hinggap pada dahan-dahan di sebuah pohon dekat rumahku, setiap hari kawanan burung itu berkicau dengan sangat merdu. Setiap pagi, siang dan sore mereka berpadu satu memberi bunyi-bunyian merdu kepada segenap alam ciptaan yang ada di sekitarnya, termasuk saya yang setia mendengarkan burung-burung itu.

Bagaimana dengan kita manusia.....??

Apakah kita setiap hari memberi yang terbaik dari diri kita kepada segenap alam ciptaan...?
Apakah kita selalu membisikan dan membawakan yang indah, yang merdu, yang baik, yang menyejukan, yang menentramka kepada sesama kita..?
Burung-burung itu bisa memberi yang terbaik bagi manusia dan segenap alam ciptaan lainnya, mengapa kita manusia tidak bisa..? 



Mari kita belajar dari burung-burung itu........

Salam  

Selasa, 11 Januari 2011

Selembar Kertas Putih


Seorang anak yang suka mencari-cari kesalahan. Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya.

"Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat," kata anak tersebut. kepada ayahnya saat ia terjatuh di kamar mandi.

"Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati," kata anak tersebut. kepada seorang anak lain yang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, anak itu berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. "Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu !" Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak itu. Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak itu lari terbirit-birit. Lebah- lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu ...dua ...tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan. "Aduh .....tolong ..... !" Byur ! Anak itu menceburkan dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak itu yang kesakitan.

   
"Mengapa Ayah tidak menolongku ? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah!" Ayahnya diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.

"Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini? Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya," jawab anak itu. Kemudian, ayahnya mentoreh di kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.

"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini? Ada gambar titik hitam di kertas putih itu! Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah
lakukan padamu."

Ayahnya berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.

Rabu, 22 Desember 2010

Natal kelahiran Yesus Kristus

Kata Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Sehingga kata Natal dimengerti sebagai perayaan untuk mengenang dan memperingati kelahiran Yesus Kristus, Tuhan dan Penyelamat.
Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi dalam kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini mengambil alih perayaan kafir orang romawi (yg bukan Kristen) pada saat itu. Sebab orang romawi biasa merayakan upacara dewa matahari pada tanggal itu. Nah, pada akhir tahun 300-an sesudah Masehi, agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi, Kaisar Konstantinus yang telah menjadi Kristen ini ingin menggantikan semua tradisi kekafirian rakyatnya dengan tradisi kekristenan maka dialihkan hari dewa matahari itu menjadi hari kelahiran Sang Matahari sejati yaitu Yesus Kristus. Maka ditetapkan tgl 25 Desember menjadi hari peringatan kelahiran Yesus Kristus.

Awalnya perayaan Natal adalah perayaan biasa saja. Namun, dalam perjalanan perayaan natal ini disertai banyak perkembangan dan modifikasi bentuk untuk merayakannya. Banyak dari kita orang Kristen terjerat dengan kesibukan Natal. Kita meluangkan begitu banyak jam, bahkan berhari-hari, di pusat perbelanjaan berusaha mencari hadiah untuk diberikan kepada sahabat dan famili yang sudah mempunyai segala yang mereka butuhkan, mencari pakaian dan asesoris mana yang akan kita gunakan pada perayaan natal itu, membuang banyak waktu untuk mempersiapkan makanan dan berbagai jenis kue dan minum, dan bermain-main dengan senter klas... sebagai dongeng bagaimana ia akan membawakan banyak hadiah, namun yang lebih memprihatinkan bagi kita adalah ada semacam pemahaman “ini adalah 1 tahun 1x, jadi nikmati sajalah” dan kesibukan2 lainnya lagi.  

Natal yang kita rayakan setiap tahun mengandung makna bahwa Tuhan yang samar-samar itu telah nyata kini di dalam hidup kita, atau yang kita kenal dengan sebutan Immanuel yang berarti Allah berserta kita umat manusia. Itulah Yesus kristus kita. 

Jika Tuhan telah datang dan mau bergaul serta mengalami seluk beluk hidup kita, pertanyaannya sebagai umat kristiani apakah yang harus kita perbuat untuk menyambut dan merayakan natal? Atau apakah arti dan makna natal bagi saya pribadi maupun untuk kelompok saya?

Dunia saat ini penuh dengan orang yang kelaparan dan serba kekurangan, yang seolah-olah dengan diam memandang melalui jendela rumahnya untuk mengemis sisa makanan, atau minta kain lapok guna menyelimuti dan melindungi mereka dari kedinginan malam, banyak org sementara mengharapkan satu jawaban untuk penderitaan, kemelaratan dan penindasan yang mereka alami. Di mana-mana ada banyak orang menagis dalam keheningan batin mereka, ada banyak orang yang makan hari ini tapi untuk besok tidak tau bisa makan lagi atau tidak, banyak orang kehilangan rumah karena musibah, banyak anak2 putus sekolah karena tidak cukup biaya, banyak pelacuran karena orang tidak punya pekerjaan tetap untuk mendapatkan upah yang cukup guna menafkahi hidupnya, daan masih ada 1001 macam persoalan lgi.

Kalau Tuhan mau datang untuk kita manusia yang lemah, berkeurangan, berdosa dan tersesat; maka dengan merayakan natal kali ini kita diajak untuk mengurangi pemborosan sia-sia, kita juga harus berseru menentang ketidakadilan, bila memiliki begitu banyak dan melakukan/memberi begitu sedikit.

Arti sesungguhnya Natal adalah memberikan diri kita kepada pekerjaan menyebarkan Injil. Memproklamirkan kebebasan kepada tawanan! Memberikan roti kepada mereka yang lapar, dan mengarahkan mereka kepada Roti Kehidupan, memenuhi jiwa mereka yang kelaparan, susah dan menderita. Kita mengangkat taraf hidup dan martabat manusia dalam masyarakat kita.

Sebagai bagian dari perayaan Natal kita tahun ini, baguslah kalau kita membawa anak-anak kita ke mengunjungi tetangga yang susah dan menderita, ke rumah sakit, ke panti asuhan, ke rumah orang jompo, dll. kita mengajarkan kepada mereka arti memberi. Memberi hidup kepada sesama manusia. Ajarkan kepada mereka bahwa adalah bodoh dan salah bagi kita bila menghamburkan uang membeli barang yang tidak kita perlukan, dan memberi kepada orang yang sudah mempunyai segalanya. Biarlah mereka menyebarkan sukacita kepada orang yang kekurangan dan yang sedang menderita! Biarlah mereka memberikan senyuman kepada nenek2-opa2 tua, yang anak-anaknya sendiri sudah melupakan dan menelantarkan mereka di rumah jompo. Biarlah mereka mengosongkan tabungan mereka dan menyumbang untuk membantu sesama yg lagi menderita, dan susah. Biarlah mereka memberi!

Memberi yang membuat mereka membayar harga mahal! Marilah kita memberikan dunia kepada Yesus Kristus pada hari ulang tahun-Nya ini! Dunia dan Tuhan menanti hati dan tindakan nyata kita...

Selamat merayakan pesta natal 2010 
dan 
tahun baru 2011. 

Tuhan memberkati anda sekalian

P. frans lesomar msc

Jumat, 17 Desember 2010

MENCARI HARTA KARUN

Cerita pendek ini berawal saat ada seorang pria dewasa sedang berjalan-jalan di pantai. Pantai itu sangat indah seperti pantai bali. Pria itu lalu melihat sebuah botol kaca. Pria itu memungutnya dan melihat ada secarik kertas di dalam botol. Dia kemudian menarik gabus penyumbat botol dan menjumpai bahwa kertas tersebut ternyata sebuah peta harta karun. Tetapi pria itu tidak percaya, sehingga ia memasukkan peta harta karun itu kembali dalam botol, menyumbat botol, dan melemparkan botol itu ke laut.

Beberapa saat kemudian, pria dewasa lain sedang berjalan di pantai dan melihat botol itu. Dia juga mengambil botol, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Orang ini cukup penasaran dengan harta karun tersebut. Ia mencoba berjalan menuju tempat yang ditunjukkan peta tersebut, yaitu sekitar 30 meter ke tengah laut. Tetapi ketika tinggi air laut mencapai paha, ia memutuskan untuk berhenti. “Ini cuma jebakan!” katanya. Jadi, ia bergegas kembali ke tepi pantai dan membuang botol itu kembali ke laut.


Beberapa saat kemudian pria dewasa ketiga berjalan di tepi pantai dan melihat botol kaca itu terapung di air. Ia mengambil, membukanya, dan menemukan peta. Ia pun bertanya-tanya sebanyak apakah harta karun yang disebutkan di peta itu. “Hmm, peta ini cukup menjanjikan.” katanya, “Aku akan berusaha mencari harta karun ini!” Ia lalu menyewa perahu dan menuju ke tempat yang ditunjukkan peta tersebut.

Setelah sampai di tempat yang ditunjukkan peta, dia melihat bahwa tampak ada sesuatu di bawah air yang menyerupai peti harta karun. Ia lalu menceburkan dirinya ke laut dan menyelam menuju benda bersinar itu. Tetapi ternyata lokasi peti itu jauh lebih dalam dari perkiraannya. Ia hampir kehabisan nafas. Ia lalu bergegas kembali ke perahu dan menyerah. Lantas botol berisi peta itu diambilnya, ditutup, lalu dilemparkannya kembali ke laut.

Setelah itu, ada satu pria dewasa lagi berjalan-jalan di tepi pantai. Seperti pria sebelumnya, ia juga melihat botol itu, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Ia sangat bersemangat untuk menemukan harta karun tersebut. Ia melihat ada perahu di tepi pantai dan ia lalu menggunakan perahu tersebut untuk menuju ke tempat yang ditunjukkan peta.

Setelah sampai di tempat yang dimaksud, ia lalu menceburkan diri ke laut dan menyelam menuju ke peti harta karun. Tetapi ternyata lokasi peti itu sangat dalam dan nafasnya tidak mungkin bisa menjangkaunya. Maka ia memutuskan kembali ke perahu. Ia lalu kembali ke pantai dan menyewa perlengkapan selam. Kemudian ia mendayung perahunya kembali ke tempat harta karun. Dengan perlengkapan selam lengkap ia kembali menyelam menuju ke peti harta karun dan membawanya ke perahu. Matanya berbinar-binar ketika melihat peti harta karun itu penuh berisi emas dan berlian.
(Unknown Author)

Sukses adalah kombinasi dari peluang, keyakinan, usaha, dan strategi.. ^^

Kamis, 16 Desember 2010

EMOSI YANG TAK TERKONTROL


Dikisahkan, di sebuah dusun tinggallah keluarga petani yang memiliki seorang anak masih bayi. Keluarga itu memelihara seekor anjing yang dipelihara sejak masih kecil. Anjing itu pandai, setia, dan rajin membantu si petani. Dia bisa menjaga rumah bila majikannya pergi, mengusir burung-burung di sawah dan menangkap tikus yang berkeliaran di sekitar rumah mereka. Si petani dan istrinya sangat menyayangi anjing tersebut.

Suatu hari, si petani harus menjual hasil panennya ke kota. Karena beban berat yang harus di bawanya, dia meminta istrinya ikut serta untuk membantu, agar secepatnya menyelesaikan penjualan dan sesegera mungkin pulang ke rumah. Si bayi di tinggal tertidur lelap di ayunan dan dipercayakan di bawah penjagaan anjing mereka. Menjelang malam setiba di dekat rumah, si anjing berlari menyongsong kedatangan majikannya dengan menyalak keras berulang- ulang, melompat-lompat dan berputar-putar, tidak seperti biasanya. Suami istri itu pun heran dan merasa tidak tenang menyaksikan ulah si anjing yang tidak biasa. Dan Betapa kagetnya mereka, setelah berhasil menenangkan anjingnya…astaga, ternyata moncong si anjing berlumuran darah segar. “Lihat pak! Moncong anjing kita berlumuran darah! Pasti telah terjadi sesuatu pada anak kita!” teriak si ibu histeris, ketakutan, dan mulai terisak menangis. “Ha…benar! Kurang ajar kau anjing! Kau apakan anakku? Pasti telah kau makan!” si petani ikut berteriak panik.

Dengan penuh kemarahan, si petani spontan meraih sebuah kayu dan secepat kilat memukuli si anjing itu dan mengenai bagian kepalanya. Anjing itu terdiam sejenak. Tak lama dia menggelepar kesakitan, memekik perlahan dan dari matanya tampak tetesan airmata, sebelum kemudian ia terdiam untuk selamanya. Bergegas kedua suami istri itu pun berlari masuk ke dalam rumah. Begitu tiba di kamar, tampak anak mereka masih tertidur lelap di ayunan dengan damai. Sedangkan di bawah ayunan tergeletak bangkai seekor ular besar dengan darah berceceran bekas gigitan. Mereka pun segera sadar bahwa darah yang menempel di moncong anjing tadi adalah darah ular yang hendak memangsa anak mereka. Perasaan sesal segera mendera. Kesalahan fatal telah mereka lakukan. Emosi kemarahan yang tidak terkendali telah membunuh anjing setia yg mereka sayangi. Tentu, penyesalan mereka tidak akan membuat anjing kesayangan itu hidup kembali. Sungguh mengenaskan. Gara-gara emosi dan kemarahan yang membabi buta dari ulah manusia, seekor anjing setia yang telah membantu dan membela majikannya, harus mati secara tragis.


Renungan: hemat saya demikian pula di kehidupan ini. Begitu banyak permasalahan, pertikaian, perselisihan bahkan peperangan, muncul dari emosi yang tidak terkontrol. Karena itu, saya sangat setuju dengan kata-kata: ”Jangan mengambil keputusan apapun di saat emosi sedang melanda.” Sebab, bila itu yang dilakukan, bisa fatal akibatnya. Sungguh, kita butuh belajar dan melatih diri agar di saat emosi, kita mampu mengendalikan diri secara sabar dan bijak.

LIMA KUALITAS PENSIL...........

 Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, "Nenek sedang menulis apa?"

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."

"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."

"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi

"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih.
  

"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"

"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Semoga memberikan manfaat.

Ketika Dosa Meliliti kita


Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya.

Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubuh pelatihnya. Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukkan untuk umum. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar. 

Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putus-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukkan. Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. 
Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya. Pemain sirkus kesakitan. Oleh karena itu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panik, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain sirkus itu, dan akhirnya ia terkulai mati.

Renungan: “Kadang-kadang dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataanya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri lagi daripadanya.”

Rabu, 15 Desember 2010

Cewek Manado Tidak tahu apa itu gopek...


Seorang gadis baru turun dari kapal di Tanjung Periuk dari Manado, tantenya bilang rumahnya dekat pelabuhan naik bejak aja bilang gang duku no 16.

Kemudian ditengah keramaian, ia lihat ada becak dan langsung saja ia bilang bang antarkan saya ke alamat ini! tanyanya lagi berapa ongkosnya bang? jawab abang becak waktu itu gopek,

Gadis dari Manado ini terdiam dan berpikir apa itu gopek, karena malu takut ketahuan kalau dia pendatang baru, dia berkata gohu aja bang! tanya
abang bejak gohu berapa? jawab gadis: kalau di manado gohu Rp. 250.
hahahahahahaaaa................