Minggu, 06 Februari 2011

TAHBISAN IMAM BARU

Pada Sabtu 5 Februari di Katedral Ambon telah di tahbiskan 4 imam baru




Mereka yang baru ditahbiskan itu adalah: 

P. Anton Mayabubun MSC


P. Marlon Ohoilulin Pr


P. Tedy Daskely Pr


P. Alex Lesomar Pr


PROVICIAT BUAT KEEMPAT IMAM BARU.......

SUKSES SELALU 

Minggu, 30 Januari 2011

Kita dipanggil seperti SAMUEL


Goresan refleksi ini bersumber dan diinspirasikan oleh bacaan 1 Sam 3: 1-21.
Konteks keterpanggilan Samuel sangat indah untuk kita renungkan.
Pertama, Pada masa itu, ada seorang imam di Bait Allah namanya Eli. Ia seorang iamam orang Israel yang sudah lanjut usia. Imamat Eli tercoreng karena hidup dan perilaku anak-anaknya yang loba/rakus dan yang selalu mengambil barang-barang persembahan orang Israel yang hendak dipersembahkan di mezbahNya yang kudus, untuk kepentingan pribadi mereka.
Kedua, Pada masa suram seperti itu, Sabda Allah tidak datang pada siapapun dan penglihatan tidak dikaruniakan kepada mereka. Tidak ada rahmat yang kentara bagi Eli dan orang Israel.
Ketiga, Waktu itu juga Eli sudah lanjut usia, matanya pun sudah mulai kabur, dan tidak bisa melihat dan hanya terbaring di tempat tidur. Tetapi di ruangan lain ada seorang anak muda yang biasa membantu Eli di Bait Allah itu, yakni Samuel. Ia seorang muda dan walaupun sudah sering bekerja di Bait Allah tapi ia belum sepenuhnya mengenal Allah apalagi mendengar Dia dan menerima pewahyuan Allah.
Sederhananya, pada masa itu hanya ada satu imam yakni Eli. Tapi Eli dan keluarganya dilihat oleh Allah tidak layak lagi karena praktek imamat mereka yang salah dan menghina Allah. Namun, di tengah semua persoalan yang ada dikisahkan dengan sangat bagus bahwa: “LAMPU RUMAH ALLAH BELUM PADAM” artinya kesetiaan dan cinta Allah terus menyala menerangi dan menyertai manusia. Allah tidak tertidur, Allah tidak berhenti menyertai manusia (orang Israel, Eli dan Samuel).

Allah menyapa dengan lembut
Lalu Allah berbisik kepada samuel dalam tidurnya. Allah menyapanya dengan lembut “Samuel.. Samuel....” namun ia tidak tahu kalau yang memanggil itu adalah Allah. Kejadian seperti ini terjadi tiga kali. Sebagai seorang anak muda yang tidak tahu apa-apa, yang tidak punya pengalaman personal dengan Allah, Samuel tidak tinggal diam dan masa bodok dengan panggilan itu tapi ia pergi berulang-ulang kepada Eli, seorang yang senior dan punya banyak pengalaman suka-duka personal dengan Allah. Dan Eli berhasil menunjukkan kepada orang muda itu bahwa yang memanggil itu adalah ALLAH. 
Pengalaman ini mengajarkan satu hal penting bahwa sikap keterbukaan untuk bertanya, bersharring dengan orang yang lebih tua dan berpengalaman itu penting. Dan mereka yang sudah tua dan berpengalaman itu patut menunjukkan jalan yang baik dan benar kepada orang muda.
Lalu mulailah Samuel berkomunikasi dengan Allah. Bahkan dikisahkan bahwa “samuel makin besar dan Allah menyertai dia dan tidak ada satupun dari firmanNya yang dibiarkanNya gugur” (3;19).

Kita belajar apa..?

Kita sering tidur terlalu pulas. Lupa dengan segalanya. Pulas tertidur dalam kebisingan hidup dan hati kita. Pikiran, hati dan jiwa kita sarat dengan persoalan dan pergumulan, tidak ada waktu untuk bisa terdiam di dalam “Bait Allah” layaknya Samuel. Sikap diam, terjaga dan berkomunikasi dengan Allah, harus menjadi bagian dari diri kita. Sebaliknya, jika kita terus sibuk sebagaiman yang diperbuat oleh Eli dan anak-anaknya maka tidak akan ada mujizat dan pewahyuan diri Allah atas hidup kita.

Mari kita diam dalam bait Allah dan membuka hati untuk mendengarkan firman dankehendakNya.
Jagaah dan peliharalah firman Allah yang telah diajarkan kepada kita turun temurun.

Senin, 17 Januari 2011

pilihlah yang terbaik


 Suatu waktu seorang ibu dan anaknya masuk di sebuah mini market. Di dalamnya ada berbagai jenis barang yang ditawarkan kepada para pengunjung. Anak itu kelihatan bingung memilih apa yang terbaik bagi dirinya. Ibunya bertanya: sayang, kamu mau, mama belikan apa untuk kamu..?
Anak itu menggeleng, tidak menjawab. Tapi dengan diam-diam pergi ke salah satu sudut mini market itu, dan mengambil sebatang pinsil dan sebuah buku tulis. lalu ia berkata kepada mamanya: "ma, aku mau pensil dan buku ini."
Jawab mamanya: makasih sayang, sini mama bayarkan untuk mu.

Hidup kita juga dalam masyarakat dewasa ini penuh dengan berbagai tawaran dan kenikmatan. Apakah yang akan menjadi pilihan kita..?? Apa pilihanku dan apa pilihan anda..??

Ada penggalan kata bijak dari Sang Guru kita:
“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranya maka yang lainnya akan ditambahkan kepadamu.” 



Saudaraku, marilah kita cari dan pilih sesuatu yang baik dan benar menurut Allah untuk hidup kita, maka yang lainnya akan ditambahan. Seperti anak kecil tadi terlebih dahulu memilih sebuah pinsil dan buku tulis. Ini adalah terbaik bagi dirinya. Kita pun minta untuk memilih yang tepat untuk diri kita dan untuk hidup kita.

Salam...

Kamis, 13 Januari 2011

Kicauan Burung


Ada sekelompok burung yang selalu hinggap pada dahan-dahan di sebuah pohon dekat rumahku, setiap hari kawanan burung itu berkicau dengan sangat merdu. Setiap pagi, siang dan sore mereka berpadu satu memberi bunyi-bunyian merdu kepada segenap alam ciptaan yang ada di sekitarnya, termasuk saya yang setia mendengarkan burung-burung itu.

Bagaimana dengan kita manusia.....??

Apakah kita setiap hari memberi yang terbaik dari diri kita kepada segenap alam ciptaan...?
Apakah kita selalu membisikan dan membawakan yang indah, yang merdu, yang baik, yang menyejukan, yang menentramka kepada sesama kita..?
Burung-burung itu bisa memberi yang terbaik bagi manusia dan segenap alam ciptaan lainnya, mengapa kita manusia tidak bisa..? 



Mari kita belajar dari burung-burung itu........

Salam  

Selasa, 11 Januari 2011

Selembar Kertas Putih


Seorang anak yang suka mencari-cari kesalahan. Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya.

"Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat," kata anak tersebut. kepada ayahnya saat ia terjatuh di kamar mandi.

"Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati," kata anak tersebut. kepada seorang anak lain yang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, anak itu berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. "Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu !" Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak itu. Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak itu lari terbirit-birit. Lebah- lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu ...dua ...tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan. "Aduh .....tolong ..... !" Byur ! Anak itu menceburkan dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak itu yang kesakitan.

   
"Mengapa Ayah tidak menolongku ? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah!" Ayahnya diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.

"Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini? Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya," jawab anak itu. Kemudian, ayahnya mentoreh di kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.

"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini? Ada gambar titik hitam di kertas putih itu! Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah
lakukan padamu."

Ayahnya berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.

Rabu, 22 Desember 2010

Natal kelahiran Yesus Kristus

Kata Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Sehingga kata Natal dimengerti sebagai perayaan untuk mengenang dan memperingati kelahiran Yesus Kristus, Tuhan dan Penyelamat.
Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi dalam kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini mengambil alih perayaan kafir orang romawi (yg bukan Kristen) pada saat itu. Sebab orang romawi biasa merayakan upacara dewa matahari pada tanggal itu. Nah, pada akhir tahun 300-an sesudah Masehi, agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi, Kaisar Konstantinus yang telah menjadi Kristen ini ingin menggantikan semua tradisi kekafirian rakyatnya dengan tradisi kekristenan maka dialihkan hari dewa matahari itu menjadi hari kelahiran Sang Matahari sejati yaitu Yesus Kristus. Maka ditetapkan tgl 25 Desember menjadi hari peringatan kelahiran Yesus Kristus.

Awalnya perayaan Natal adalah perayaan biasa saja. Namun, dalam perjalanan perayaan natal ini disertai banyak perkembangan dan modifikasi bentuk untuk merayakannya. Banyak dari kita orang Kristen terjerat dengan kesibukan Natal. Kita meluangkan begitu banyak jam, bahkan berhari-hari, di pusat perbelanjaan berusaha mencari hadiah untuk diberikan kepada sahabat dan famili yang sudah mempunyai segala yang mereka butuhkan, mencari pakaian dan asesoris mana yang akan kita gunakan pada perayaan natal itu, membuang banyak waktu untuk mempersiapkan makanan dan berbagai jenis kue dan minum, dan bermain-main dengan senter klas... sebagai dongeng bagaimana ia akan membawakan banyak hadiah, namun yang lebih memprihatinkan bagi kita adalah ada semacam pemahaman “ini adalah 1 tahun 1x, jadi nikmati sajalah” dan kesibukan2 lainnya lagi.  

Natal yang kita rayakan setiap tahun mengandung makna bahwa Tuhan yang samar-samar itu telah nyata kini di dalam hidup kita, atau yang kita kenal dengan sebutan Immanuel yang berarti Allah berserta kita umat manusia. Itulah Yesus kristus kita. 

Jika Tuhan telah datang dan mau bergaul serta mengalami seluk beluk hidup kita, pertanyaannya sebagai umat kristiani apakah yang harus kita perbuat untuk menyambut dan merayakan natal? Atau apakah arti dan makna natal bagi saya pribadi maupun untuk kelompok saya?

Dunia saat ini penuh dengan orang yang kelaparan dan serba kekurangan, yang seolah-olah dengan diam memandang melalui jendela rumahnya untuk mengemis sisa makanan, atau minta kain lapok guna menyelimuti dan melindungi mereka dari kedinginan malam, banyak org sementara mengharapkan satu jawaban untuk penderitaan, kemelaratan dan penindasan yang mereka alami. Di mana-mana ada banyak orang menagis dalam keheningan batin mereka, ada banyak orang yang makan hari ini tapi untuk besok tidak tau bisa makan lagi atau tidak, banyak orang kehilangan rumah karena musibah, banyak anak2 putus sekolah karena tidak cukup biaya, banyak pelacuran karena orang tidak punya pekerjaan tetap untuk mendapatkan upah yang cukup guna menafkahi hidupnya, daan masih ada 1001 macam persoalan lgi.

Kalau Tuhan mau datang untuk kita manusia yang lemah, berkeurangan, berdosa dan tersesat; maka dengan merayakan natal kali ini kita diajak untuk mengurangi pemborosan sia-sia, kita juga harus berseru menentang ketidakadilan, bila memiliki begitu banyak dan melakukan/memberi begitu sedikit.

Arti sesungguhnya Natal adalah memberikan diri kita kepada pekerjaan menyebarkan Injil. Memproklamirkan kebebasan kepada tawanan! Memberikan roti kepada mereka yang lapar, dan mengarahkan mereka kepada Roti Kehidupan, memenuhi jiwa mereka yang kelaparan, susah dan menderita. Kita mengangkat taraf hidup dan martabat manusia dalam masyarakat kita.

Sebagai bagian dari perayaan Natal kita tahun ini, baguslah kalau kita membawa anak-anak kita ke mengunjungi tetangga yang susah dan menderita, ke rumah sakit, ke panti asuhan, ke rumah orang jompo, dll. kita mengajarkan kepada mereka arti memberi. Memberi hidup kepada sesama manusia. Ajarkan kepada mereka bahwa adalah bodoh dan salah bagi kita bila menghamburkan uang membeli barang yang tidak kita perlukan, dan memberi kepada orang yang sudah mempunyai segalanya. Biarlah mereka menyebarkan sukacita kepada orang yang kekurangan dan yang sedang menderita! Biarlah mereka memberikan senyuman kepada nenek2-opa2 tua, yang anak-anaknya sendiri sudah melupakan dan menelantarkan mereka di rumah jompo. Biarlah mereka mengosongkan tabungan mereka dan menyumbang untuk membantu sesama yg lagi menderita, dan susah. Biarlah mereka memberi!

Memberi yang membuat mereka membayar harga mahal! Marilah kita memberikan dunia kepada Yesus Kristus pada hari ulang tahun-Nya ini! Dunia dan Tuhan menanti hati dan tindakan nyata kita...

Selamat merayakan pesta natal 2010 
dan 
tahun baru 2011. 

Tuhan memberkati anda sekalian

P. frans lesomar msc

Jumat, 17 Desember 2010

MENCARI HARTA KARUN

Cerita pendek ini berawal saat ada seorang pria dewasa sedang berjalan-jalan di pantai. Pantai itu sangat indah seperti pantai bali. Pria itu lalu melihat sebuah botol kaca. Pria itu memungutnya dan melihat ada secarik kertas di dalam botol. Dia kemudian menarik gabus penyumbat botol dan menjumpai bahwa kertas tersebut ternyata sebuah peta harta karun. Tetapi pria itu tidak percaya, sehingga ia memasukkan peta harta karun itu kembali dalam botol, menyumbat botol, dan melemparkan botol itu ke laut.

Beberapa saat kemudian, pria dewasa lain sedang berjalan di pantai dan melihat botol itu. Dia juga mengambil botol, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Orang ini cukup penasaran dengan harta karun tersebut. Ia mencoba berjalan menuju tempat yang ditunjukkan peta tersebut, yaitu sekitar 30 meter ke tengah laut. Tetapi ketika tinggi air laut mencapai paha, ia memutuskan untuk berhenti. “Ini cuma jebakan!” katanya. Jadi, ia bergegas kembali ke tepi pantai dan membuang botol itu kembali ke laut.


Beberapa saat kemudian pria dewasa ketiga berjalan di tepi pantai dan melihat botol kaca itu terapung di air. Ia mengambil, membukanya, dan menemukan peta. Ia pun bertanya-tanya sebanyak apakah harta karun yang disebutkan di peta itu. “Hmm, peta ini cukup menjanjikan.” katanya, “Aku akan berusaha mencari harta karun ini!” Ia lalu menyewa perahu dan menuju ke tempat yang ditunjukkan peta tersebut.

Setelah sampai di tempat yang ditunjukkan peta, dia melihat bahwa tampak ada sesuatu di bawah air yang menyerupai peti harta karun. Ia lalu menceburkan dirinya ke laut dan menyelam menuju benda bersinar itu. Tetapi ternyata lokasi peti itu jauh lebih dalam dari perkiraannya. Ia hampir kehabisan nafas. Ia lalu bergegas kembali ke perahu dan menyerah. Lantas botol berisi peta itu diambilnya, ditutup, lalu dilemparkannya kembali ke laut.

Setelah itu, ada satu pria dewasa lagi berjalan-jalan di tepi pantai. Seperti pria sebelumnya, ia juga melihat botol itu, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Ia sangat bersemangat untuk menemukan harta karun tersebut. Ia melihat ada perahu di tepi pantai dan ia lalu menggunakan perahu tersebut untuk menuju ke tempat yang ditunjukkan peta.

Setelah sampai di tempat yang dimaksud, ia lalu menceburkan diri ke laut dan menyelam menuju ke peti harta karun. Tetapi ternyata lokasi peti itu sangat dalam dan nafasnya tidak mungkin bisa menjangkaunya. Maka ia memutuskan kembali ke perahu. Ia lalu kembali ke pantai dan menyewa perlengkapan selam. Kemudian ia mendayung perahunya kembali ke tempat harta karun. Dengan perlengkapan selam lengkap ia kembali menyelam menuju ke peti harta karun dan membawanya ke perahu. Matanya berbinar-binar ketika melihat peti harta karun itu penuh berisi emas dan berlian.
(Unknown Author)

Sukses adalah kombinasi dari peluang, keyakinan, usaha, dan strategi.. ^^